01 Desember 2025

Super Telent : Inovasi Brilian dalam HR Recruitment

 


Super Telent : Inovasi Brilian dalam HR Recruitment

            Saat ini kita berada pada era digital dimana dalam persaingan bisnis setiap organisasi wajib berlomba-lomba untuk memanfaatkan teknologi seperti ERP (Enterprise Resource Planning) dan AI (Artificial Intelligence) yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses kerja, meningkatkan efisiensi perusahaan hingga menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, bahkan pada masa ini jika organisasi tidak cepat beradaptasi terhadap kemajuan teknologi memungkinkan bisnisnya bisa stuck atau bahkan mengalami penurunan hingga tidak mampu untuk survive lagi karena jika tujuan pemanfaatan teknologi ini dapat tercapai maka akan berdampak positif terhadap perusahaan seperti penurunan biaya operasional yang dapat menurunkan harga atau jasa menjadi lebih murah, meningkatkan kepuasan pelanggan seperti pada kecepatan pengiriman barang dan kualitas kontak costumer service dan banyak lagi manfaat lainnya yang mendorong perusahaan untuk tidak kalah saing atau lebih unggul dari pada kompetitor pada bidang yang sama.

            Hal diatas dapat mudah di realisasikan jika mayoritas anggota organisasi adalah SDM inovatif sehingga banyak ide dan gagasan yang bermanfaat untuk kemajuan perusahaan ataupun meningkatkan adaptabilitas perusahaan dalam menghadapi berbagai macam perubahan situasi. Akan tetapi di Indonesia sendiri proses rekrutmen yang efisien masih sulit dilakukan terutama faktor minimnya kandidat SDM yang berkompeten seperti apa yang diungkapkan oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dalam detiknews mengenai Indonesia saat ini mengalami kesulitan dalam menghadapi permasalahan sumber daya manusia dan kebudayaan yang cukup berat dimana menurutnya mayoritas masyarakat masih low quality dan masih memiliki kompetensi yang rendah (Mahendra, 2024).

            Maka dari itu sering kali HR menghabiskan banyak waktu untuk mencari orang yang mumpuni dalam mengisi kebutuhan struktur tugas sehingga dapat menyebabkan efektivitas menjadi rendah baik saat proses rekrutmen ataupun sudah dalam tahap percobaan.

            Aplikasi Super Telent adalah produk ciptaan anak bangsa yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa Magister Managemen Inovasi (MMI) dengan mahasiswa S1 Teknik Informatika Universitas Teknologi Digital Bandung yang bertujuan untuk meningkatkan efesiensi proses rekrutmen hingga meningkatkan keberhasilan HR dalam merekrut SDM yang kompeten dan inovatif sehingga dapat menjadi salah satu tools yang dapat menjadi solusi untuk permasalahan diatas. Dengan aplikasi ini HR dapat melakukan wawancara online dengan kandidat rekrutmen yang kemudian Ai aplikasi super telent dapat menyimpulkan dan memberikan rekomendasi mengenai live metrics secara real time, analisis perilaku hingga rekomendasi ai. Gambaran halaman kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:

Gambar halaman live interview aplikasi super telent

            Selain itu aplikasi super telent juga dapat menunjukkan analisis wawancara langsung dalam penilaian kompetensi secara real time yang didalamnya memuat communication, behavior, cognitive abilities, culture & values, motivation, job specific skills, dan red flags risk bahkan didalamnya lengkap dengan isi indicator penilaian pervariabel seperti pada gambar berikut:

            Kemudian pada final penilaian kandidat aplikasi super telent akan memperlihatkan talent genome mapping dimana merupakan penilaian dari hasil perpaduan pembacaan CV kandidat dan hasil live interview dengan gambaran sebagai berikut:

Gambar talent genome mapping aplikasi super telent

            Maka fitur ini dapat memudahkan kinerja HR mulai dari efisiensi waktu dalam melakukan proses wawancara dibanding dengan harus wawancara secara tatap muka, mendapatkan rekomendasi hasil test sebagai masukan, hasil test dapat direkap secara otomatis serta memungkinkan perluasan ruang lingkup area calon kandidat dimana bagi pencari kerja yang bertempat tinggal jauh dari lokasi perusahaan seperti dari luar kota ataupun luar pulau dapat berminat untuk mencoba melaksakan test karena dapat dilakukan jarak jauh sehingga pada akhirnya mereka akan menghampiri perusahaan dengan kondisi yang pasti.

            Melihat pemaparan diatas aplikasi super telent ini jelas merupakan inovasi pada HRIS (Human Resource information system) yang dapat dimanfaatkan HR dan perusahaan untuk melakukan rekrutmen SDM secara efektif dan efisien sehingga perusahaan berpeluang besar untuk merekrut SDM unggul yang kompeten dan inovatif yang dapat mendukung perusahaan untuk lebih maju dan berkembang.


 Nama : Tesyia Nopiota Tresna
NIM : 10525023
S-2 Magister Manajemen Inovasi
Universitas Tekonologi Digital (Digitech University)


Referensi:

https://super-talent-tugas-sdm.vercel.app/

https://news.detik.com/berita/d-7627073/pratikno-masalah-sdm-indonesia-cukup-berat-mayoritas-masih-low-quality

Untuk Download versi PDF silahkan menggunakan tautan dibawah ini :

https://drive.google.com/file/d/1OXJZdoR4PouBuSKgfBfcYL9oq1_1atHF/view?usp=drive_link

13 November 2025

STRATEGI MENUMBUHKAN BUDAYA INOVASI PEMBELAJARAN DI SMA


1. Analisis Situasi Awal (Diagnosis Kondisi Budaya Inovasi)


Kondisi saat ini menunjukkan bahwa budaya inovasi pembelajaran di SMA belum terbentuk secara sistematis.

Belum terdapat tim inovasi, kebijakan formal, maupun dukungan kepemimpinan yang berperan aktif dalam mendorong eksperimen pembelajaran.

Budaya kerja masih bersifat administratif dan kurang memberi ruang bagi eksplorasi ide baru.

Tantangan utama meliputi:

1. Struktur birokrasi formal yang kaku.
2. Minimnya waktu eksplorasi.
3. Rasa takut gagal.
4. Tidak adanya sistem ideasi.

Namun, terdapat peluang seperti penerapan Kurikulum Merdeka, potensi guru muda, dan dukungan fasilitas digital dasar.

2. Strategi Per Aspek

A. Sponsor Leadership — Kepemimpinan sebagai Penggerak dan Pelindung Inovasi


Kepemimpinan kepala sekolah dan wakil berperan penting sebagai sponsor inovasi.
Mereka harus menyediakan ruang aman bagi eksperimen, memberi legitimasi, dan menumbuhkan semangat kolaboratif.

Langkah strategis:


1. Kepala sekolah menetapkan komitmen inovasi (Innovation Charter) dan memasukkan program inovasi ke RKAS/RKT.
2. Membentuk Innovation Task Force lintas bidang untuk memfasilitasi ide guru/siswa.
3. Menerapkan gaya kepemimpinan transformasional dan servant leadership.
4. Menyediakan forum refleksi inovasi tanpa penilaian negatif.

B. Mekanisme Ideasi — Sistem Pengumpulan dan Seleksi Ide Inovatif


Sistem ideasi diperlukan agar ide-ide inovatif dari guru dan siswa dapat muncul, dikurasi, dan difasilitasi secara sistematis.

Tahap

Kegiatan

Deskripsi

1. Ide Capture

Innovation Corner

Papan ide di ruang guru dan form digital untuk mengunggah ide.

2. Ide Forum

Forum Inovasi Bulanan

Guru/siswa mempresentasikan ide pembelajaran dalam sesi singkat.

3. Ide Selection

Panel Seleksi Mini

Tim kecil menilai ide berdasarkan relevansi dan kelayakan.

4. Ide Incubation

Mini Project Grant

Ide terpilih mendapat dukungan dan mentoring.

5. Ide Showcase

Pekan Inovasi

Ajang tahunan menampilkan hasil inovasi pembelajaran.


C. Waktu Eksplorasi & Budaya Inovasi

Sekolah perlu menyediakan waktu khusus bagi guru dan siswa untuk bereksperimen tanpa mengganggu beban akademik serta menumbuhkan mindset terbuka.

1. Sediakan 2 jam per bulan untuk "Jam Eksperimen Guru".
2. Gunakan proyek intrakurikuler sebagai ruang inovasi.
3. Adakan “Innovation Reflection Day” dan berikan penghargaan ringan bagi guru/siswa inovatif.
4. Laksanakan pelatihan Design Thinking dan Coaching antar guru.

3. Rekomendasi Implementasi Bertahap

Tahapan

Waktu

Fokus Kegiatan

Output

Jangka Pendek

0–6 bulan

Deklarasi komitmen, pembentukan task force, peluncuran Innovation Corner.

Komitmen dan ide awal terkumpul.

Jangka Menengah

6–12 bulan

Pelatihan design thinking, forum bulanan, mini challenge.

3–5 proyek inovasi aktif.

Jangka Panjang

1–3 tahun

Pekan inovasi, kemitraan eksternal, integrasi inovasi ke RKT.

Budaya inovasi melembaga.

4. Indikator Keberhasilan Budaya Inovasi

Dimensi

Indikator Kuantitatif

Indikator Kualitatif

Kepemimpinan Sponsor

≥ 2 kebijakan mendukung inovasi

Pimpinan aktif hadir dalam forum ide

Ideasi & Partisipasi

≥ 20 ide/tahun; ≥ 5 proyek berjalan

Guru/siswa proaktif berinovasi

Eksplorasi & Kolaborasi

≥ 1 jam eksperimen/bulan

Kolaborasi lintas mapel meningkat

Budaya & Mindset

≥ 70% guru merasa aman berinovasi

Inovasi dianggap bagian dari pekerjaan

Keterlanjutan

Program inovasi tercantum di RKT

Terbentuk komunitas inovasi mandiri

5. Kesimpulan Strategis

Membangun budaya inovasi pembelajaran di SMA memerlukan kepemimpinan yang mendukung, sistem ideasi terbuka, dan ruang eksplorasi aman. Dengan langkah bertahap dan realistis, inovasi dapat tumbuh sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka.


29 Oktober 2025

Analisis Perusahaan yang berperan dalam inovasi organisasi

 Laporan Analisis Perusahaan versi Dokumen (DOCX) dapat di download pada link berikut :




Laporan Analisis Perusahaan: PT Telkom Indonesia

1. Pendahuluan

PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) merupakan BUMN telekomunikasi terdepan di Indonesia yang dikenal sebagai pelopor inovasi digital, baik pada produk maupun proses pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

2. Strategi Stimulasi SDM untuk Inovasi

a. Penguatan Budaya Organisasi

Telkom mengembangkan budaya kerja “The Telkom Way” yang menanamkan nilai Integrity, Enthusiasm, dan Totality pada seluruh karyawan. Budaya ini membangun lingkungan kerja yang terbuka terhadap kreativitas, kolaborasi lintas bidang, dan keberanian berinovasi.

b. Pengembangan Kompetensi Digital

Telkom secara konsisten melakukan pelatihan digital berkelanjutan melalui Telkom Corporate University dan program Great People Development Program (GPDP). Program ini dirancang untuk menyiapkan SDM menjadi digital talent yang adaptif terhadap teknologi baru dan tantangan industri telekomunikasi.

c. Inovasi Proses dan Teknologi SDM

Penerapan digitalisasi pada sistem Human Capital Management (HCM) memungkinkan Telkom melakukan rekrutmen berbasis data, memberikan feedback kinerja real-time, serta memfasilitasi pembelajaran daring untuk percepatan pengembangan talenta.

d. Transformasi Budaya Kerja Agile dan Kolaboratif

Telkom menjalankan transformasi budaya kerja agile—fokus pada adaptasi cepat, keberanian mencoba hal baru, dan kerja kolaboratif antar-divisi. Hal ini membuat karyawan terlibat aktif mencari solusi inovatif dan mendorong keterlibatan karyawan (employee engagement) pada penciptaan ide baru.

3. Dampak Terhadap Inovasi Organisasi

Peningkatan Kesiapan Digital Individu: SDM Telkom mampu mengadopsi sistem digital terbaru, mempercepat perbaikan proses bisnis, dan memperbesar peluang munculnya produk serta layanan inovatif.

Penguatan Kapabilitas Organisasi: Integrasi pengembangan teknologi, transformasi budaya, dan program talenta memastikan inovasi menjadi bagian integral dalam strategi bisnis Telkom.

Daya Saing Tinggi: Inovasi berkelanjutan lewat peran SDM telah membawa Telkom meraih pertumbuhan bisnis digital yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.

4. Tantangan dan Solusi

Tantangan terbesar yang dihadapi Telkom adalah kesenjangan digital antar karyawan dan resistensi terhadap perubahan. Strategi mengatasinya adalah melalui pelatihan inklusif, komunikasi dua arah, mentorship lintas generasi, dan penguatan budaya keterbukaan.